Thursday, November 27, 2008 @ 9:58 PM
♥[7]♥Tugas CW IV : SMPN 1 Denpasar~!♥[7]♥
Credit to Ratih :)
Disclaimer : ♥[7]♥ blluerodine ♥[7]♥

SMPN 1 Denpasar

SMP Negeri 1 Denpasar adalah sekolah rintisan bertaraf internasional yang terletak di Jalan Surapati no.2 Denpasar. Sejak dulu, SMP 1 telah terkenal dengan berbagai macam prestasi yang telah diraih oleh anak didiknya. Oleh karena itu, SMP 1 terkenal sebagai sekolah favorit. Sekolah yang merupaka SMP tertua di Denpasar ini tidak saja diminati oleh siswa berprestasi di Denpasar, tapi juga di luar Denpasar. Itulah yang menyebabkan saya sangat bangga menyandang status sebaagai murid SMP 1.

Dulu, SMP 1 tercinta dimata saya tampak berkilau bagai permata, tapi kini permata yang sama meredup sinarnya. Setelah melihat sekolah ini dari dalam penilaian saya berubah. Saya menyadari, sebenarnya banyak potensi - potensi dari murid SMP 1, tapi hanya sedikit sekali yang ditemukan. Hal ini disebabkan, murid - murid yang dicalonkan mengikuti olimpiade, biasanya diberikan rekomendasi oleh guru tertentu. Sehingga, guru tersebut hanya berpusat pada anak - anak yang dia rekomendasikan saja. Berlian - berlian yang belum diasah menjadi terlihat tak berharga karena tak kunjung ditemukan. Itu salah satu hal yang saya sayangkan dari sistem kerja sekolah saya ini. Hal lainnya adalah, adanya sidak yang sama sekali tidak beralasan. Yaitu sidak kaos kaki. Saya tahu hal tersebut sudah diumumkan langsung oleh kepala sekolah. Tapi tetap saja itu tidak bisa menahan pertanyaan saya : apa hubungannya kaos kaki dengan kredibilitas siswa?

Dari pertanyaan tersebut, para guru menjawab dengan jawaban yang sangat tidak bisa dipercaya ; image. Image SMP 1 bisa rusak jika banyak murid - muridnya berkeliaran dengan kaos kaki semata kaki. Sungguh hal yang sangat sulit dipercaya. Memang tidak sedikit yang memandang profil seseorang hanya dari penampilannya. Tapi lebih tidak sedikit lagi yang bisa 'membuka mata' bahwa penampilan bukan segalanya. Kenapa SMP 1 masih repot - repot memikirkan tanggapa orang, dengan memeriksa kaos kaki setiap muridnya sedangkan prestasi yang selama ini dibanggakan kian hari kian merosot? Kenapa pihak sekolah tidak mengusahakan agar prestasi muridnya meningkat daripada memeriksa kaos kaki siswa - siswanya 'meningkat'?

Masih banyak hal lain yang bisa dikhawatirkan dari sekolah daripada kaos kaki, contohnya kredibilitas guru. Saya perhatikan, sejak saya menginjak kelas 3, semakin sering saya tidak belajar. Bukan, bukan karena saya tambah malas (itu salah satunya sih), tapi karena guru - guru sering ada acara dan skip dari tugas utamanya ; mengajar.

Hal ini tentu sungguh disayangkan, karena SMP 1 sudah berkoar - koar ingin mempertahankan posisi sebagai urutan pertama tingkat rata - rata UAN di Indonesia. Tapi apa usahanya? Tapi, diatas semuanya, SMP 1 tetap bersinar. Ini tentu saja akibat kerja keras guru - guru yang telah banting tulang untuk mempertahankan mutu siswanya bahkan berusaha untuk meningkatkannya. Sekian pendapat saya soal SMP 1. Saya harap kritik saya ini berguna untuk SMP 1 kedepannya.

Labels: